Pastikan Lolos di Kesempatan Kedua

SOLO- Memiliki kesempatan emas untuk memastikan diri ke Indonesian Super League (ISL), PSIM Jogja justeru terpeleset di babak semifinal Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2011/2012. Berhadapan dengan Persita Tangerang, PSIM Jogja kalah 0-1. Permainan buruk mereka di babak pertama harus dibayar mahal dengan gol semata wayang tandukkan Leo Veron di menit ke-30.

Bermain di Stadion Manahan Solo, sejatinya Abda Ali dkk bisa bangkit pada paro kedua. Masuknya gelandang kawakan Seto Nurdiyantoro menggantikan Nova Zaenal membuat lini tengah PSIM makin bertaji. Sayang, mandulnya para juru gedor PSIM tak mampu membuat Kawung Biru bisa menyamakan kedudukan.

Kekalahan ini memang belum memupuskan harapan PSIM promosi ke kompetisi kasta tertinggi tanah air. Jika dalam laga perebutan juara ketiga menghadapai Persepam Madura United di Stadion Manahan Minggu (8/7) PSIM bisa menang, maka mereka dipastikan promosi ke ISL. Jika kalah, mereka wajib melakoni laga playoff 16 Juli (tentatif) menghadapi peringkat 15 ISL di Stadion Jakabaring, Palembang.

"Dalam perebutan tempat ketiga kami harus menang. Jangan sampai kami akhirnya main di Palembang. Pokoknya jangan tunda lagi kesempatan emas tampil di ISL musim depan," ujar Asisten Pelatih PSIM Maman Durachman saat jumpa pers.

Sayangnya, saat menghadapi Tim Sapeh Kerap - sebutan Persepam- skuad Kawung Biru compang camping. Kristian Adelmund belum tentu dimainkan akibat masalah kebugaran. Sedangkan Emile Linkers terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Beruntung penyerang yang tampil brilian pada babak delapan besar, Johan Arga sudah dapat merumput.

"Tadi trio Belanda bermain kurang maksimal. Saya harap kondisi fisik dan psikis anak-anak sudah kembali saat bermain menghadapi Persepam. Linkers memang tak bisa main tapi paling tidak Johan Arga main lagi," tambahnya.

Saat ditanya perihal tak hadirnya suporter di Manahan, Maman mengatakan tak berpengaruh besar. Apalagi Pendekar Cisadane juga hanya didukung sedikit suporter. Bukan hanya itu suporter Persis Solo Pasoepati juga tak dapat masuk ke stadion untuk meneror Nova Zaenal dkk.

"Suporter nggak seberapa pengaruh. Kok. Apalagi Persita juga cuma didukung sedikit suporter. Jadi biasa saja tuh. Suporter yang selama ini membenci kami juga tak melakukan intimidasi apapun," ucapnya.

Seharusnya, PSIM didukung 500 The Maident yang siap datang ke Stadion Manahan. Belum lagi ada beberapa personil Brajamusti yang datang secara swadaya. Sayang saat sampai di perbatasan Jogjakarta-Klaten mereka dipulangkan pihak kepolisian.
Menurut sumber yang digali Radar Jogja ada suporter PSIM yang dirawat di RS Kasih Ibu, Solo akibat dibacok. "Kami sudah sampai Prambanan dipulangkan polisi. Terpaksa kami tidak bisa menonton. Kami berdoa saja lah untuk PSIM," ujar Ketua Umum The Maident Hari Sugianto.

Dengan kemenangan ini Persita  memastikan diri lolos ke ISL. Namun Pelatih Elly Idris meminta para pemainnya tetap ngotot dalam laga final menghadapi Barito Putra. Apalagi target Persita bukan hanya lolos ke ISL, melainkan juga juara Divisi Utama musim ini. (nes/din)

Related Posts by Categories



Comments :

0 komentar to “Pastikan Lolos di Kesempatan Kedua”

Posting Komentar